Jembatani Aspirasi, Ketua DPRD Sumsel Ajak Perwakilan Mahasiswa Sampaikan Tuntutan ke Pusat

Selamat Hari Raya Idul Adha Tahun 1.447 Hijriah

WARTANEGERIKU.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Andie Dinialdie, turun langsung menemui ratusan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRD Sumsel, pada hari Senin, 15 Juni 2026. Kehadiran pimpinan legislatif tersebut menjadi bentuk respons cepat terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam aksi bertajuk “Indonesia Darurat”.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 13.45 WIB itu, diikuti oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Palembang. Di antaranya Universitas Sriwijaya (Unsri), UIN Raden Fatah, Universitas PGRI, Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), dan Institut Bisnis dan Informatika (IBA) Palembang.

Sambil membentangkan berbagai spanduk dan poster berisi kritik terhadap kondisi nasional, massa secara bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Mereka menyoroti sejumlah persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok, isu harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi ekonomi nasional, hingga desakan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah.

BACA JUGA :  Dihadapan Aksi Generasi Muda Institut, M. Yansuri Pastikan Pengadaan Fasilitas Miliaran di DPRD Sumsel Akan Dibatalkan

Suasana aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Menanggapi tuntutan tersebut, Andie Dinialdie memilih berdialog langsung di tengah kepungan massa. Ia menjelaskan bahwa beberapa kebijakan yang disoroti, seperti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan regulasi harga BBM, merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat.

Meski demikian, Andie Dinialdie menegaskan bahwa DPRD Sumsel tidak akan tinggal diam. Sebagai lembaga representasi rakyat di daerah, pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk menjembatani suara mahasiswa agar sampai ke tingkat nasional.

“Kami memahami apa yang menjadi kegelisahan adik-adik mahasiswa. Memang ada kebijakan yang kewenangannya berada di pemerintah pusat, namun bukan berarti aspirasi ini berhenti di sini. Kami akan mengawal dan memperjuangkan agar suara masyarakat Sumsel dapat didengar oleh pihak yang berwenang,” ujar Andie Dinialdie.

BACA JUGA :  DPRD Sumsel Minta Warga Sumsel Tidak Muda Tergiur Menjadi Pekerja Migran di Luar Negeri

Sebagai bentuk komitmen nyata, Andie Dinialdie menawarkan keterlibatan langsung mahasiswa dalam proses penyampaian aspirasi ke tingkat pusat. Menurutnya, kehadiran delegasi mahasiswa akan memberikan ruang yang lebih luas agar tuntutan tersebut tidak sekadar menjadi catatan di daerah. Lembaga legislatif Sumsel ini menyatakan siap memfasilitasi perwakilan mahasiswa untuk ikut serta mengawal tuntutan langsung ke Jakarta.

“Kami ingin memastikan aspirasi ini benar-benar tersampaikan. Karena itu, saya meminta mahasiswa menunjuk perwakilan yang nantinya bisa bersama-sama menyampaikan langsung aspirasi tersebut ke Jakarta,” katanya yang langsung mendapat sambutan positif dari peserta aksi.

Langkah akomodatif ini dinilai menjadi sinyal positif bagi terciptanya komunikasi yang konstruktif antara gerakan mahasiswa dan lembaga legislatif demi mengawal jalannya pemerintahan. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *