Kinerja BUMD Sumsel Disorot, DPRD Sebut Mayoritas Belum Sehat dan Minim Kontribusi PAD

WartaNegeriku.id — Kinerja BUMD Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi perhatian serius DPRD. Mayoritas perusahaan daerah dinilai belum sehat, dan belum mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sorotan ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Sumsel, Ayu Nur Suri, yang menilai kondisi BUMD saat ini masih jauh dari harapan sebagai penggerak ekonomi daerah.

Dari total 11 BUMD yang beroperasi, hanya tiga perusahaan yang dinilai memiliki kinerja positif, yakni Bank Sumsel Babel, PT Jamkrida Sumsel, dan Tirta Sriwijaya Maju.

“Sebagian besar BUMD kita masih dalam kondisi kurang sehat. Kontribusinya terhadap PAD juga belum maksimal,” ujar Ayu Nur Suri, Selasa, 14 April 2026.

baca juga : DPRD Sumsel Dorong Sistem Jemput Bola untuk Penyaluran Bansos

Menurut Ayu, sapaan akrabnya, persoalan yang dihadapi BUMD bukan hal baru. Masalah yang muncul cenderung berulang setiap tahun tanpa solusi yang signifikan.

Beberapa kendala utama yang disorot antara lain lemahnya manajemen, kurangnya inovasi usaha, serta belum optimalnya penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

Kondisi ini dinilai menghambat BUMD untuk berkembang dan bersaing di tengah potensi ekonomi Sumatera Selatan yang cukup besar.

Ayu menegaskan bahwa pembenahan BUMD tidak bisa hanya dilakukan melalui pergantian direksi atau komisaris. Menurutnya, perubahan figur tidak akan berdampak signifikan jika sistem pengelolaan perusahaan tidak ikut diperbaiki.

baca juga : SPMB SMA 2026 di Sumsel Diawasi Ketat, DPRD Buka Posko Pengaduan untuk Cegah Kecurangan

“Bukan hanya soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana sistem itu berjalan,” katanya.

Ia menilai, perlunya langkah perbaikan menyeluruh agar BUMD dapat beroperasi secara profesional dan berorientasi pada kinerja.

Selain internal perusahaan, Ayu juga menyoroti peran pemerintah daerah sebagai pemegang saham. Ia meminta agar pengawasan terhadap BUMD dilakukan lebih ketat dan strategis, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat berjalan sesuai tujuan.

Tanpa pengawasan yang kuat, BUMD berisiko terus mengalami kerugian dan justru membebani keuangan daerah.

baca juga : Harga Dexlite dan Pertamax Turbo Melonjak, DPRD Sumsel Bereaksi

Ayu menilai evaluasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) menjadi momen penting untuk melakukan pembenahan BUMD secara serius. Melalui evaluasi tersebut, DPRD dapat memberikan rekomendasi yang lebih terarah untuk meningkatkan kinerja perusahaan daerah.

Sumatera Selatan memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti energi, perkebunan, dan jasa. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh BUMD yang ada saat ini.

Jika dikelola secara profesional dan transparan, BUMD tidak hanya mampu meningkatkan PAD, tetapi juga berperan dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

baca juga : Banjir Palembang Kian Parah, Anggota DPRD Sumsel Dorong Kolaborasi Pemprov dan Pemkot

Ayu berharap ke depan BUMD bisa menjalankan fungsi strategisnya sebagai motor penggerak ekonomi, bukan menjadi beban bagi pemerintah daerah.

Dengan perbaikan sistem dan pengawasan yang lebih kuat, BUMD di Sumatera Selatan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WARTA LAINNYA :