WARTANEGERIKU.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan kebencanaan.
Langkah ini ditujukan kepada seluruh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten dan Kota se Sumsel, guna merespons ancaman curah hujan tinggi seiring masuknya periode puncak musim hujan di wilayah setempat.
Surat edaran tersebut dirilis sebagai tindak lanjut atas Peringatan Dini Cuaca dan Iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatra Selatan untuk periode Dasarian II (11–20 Desember 2025).
Sebaran 10 Kabupaten dan Kota Berstatus Waspada
Berdasarkan data prakiraan BMKG, akumulasi curah hujan pada Dasarian II Desember 2025 diperkirakan mencapai tingkat Waspada dengan intensitas berkisar antara 150 hingga 200 milimeter per dasarian.
Potensi curah hujan tinggi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di berbagai titik rawan.
Adapun sepuluh wilayah kabupaten dan kota di Sumatra Selatan yang berada dalam pemetaan status Waspada meliputi Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur)
Langkah Mitigasi Kebencanaan dan Kesiapsiagaan Posko
Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut, BPBD Provinsi Sumsel menginstruksikan BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor serta menyiagakan personel, peralatan, dan logistik di lapangan.
Pemerintah daerah diminta segera meneruskan informasi peringatan dini ini kepada perangkat kecamatan, kelurahan, desa, hingga lapisan masyarakat terdepan.
Beberapa langkah antisipasi teknis yang diinstruksikan meliputi pemantauan kondisi cuaca dan tinggi muka air sungai secara berkala, pembersihan saluran drainase dan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari endapan sampah, serta pengaktifan posko siaga bencana di setiap daerah.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir dan lereng perbukitan dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat berlangsung, menyusun rencana evakuasi mandiri, serta terus memantau pembaruan informasi resmi dari BMKG maupun instansi pemerintah berwenang. (air)
Fran Deki merupakan jurnalis WartaNegeriku.id yang mengkhususkan diri pada liputan pemerintahan, kebijakan publik, dan pelayanan masyarakat. Melalui karya jurnalistiknya, ia berupaya menghadirkan informasi yang akurat, objektif, dan mudah dipahami pembaca.







