WARTANEGERIKU.iD — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Hj. Patimah Toha, menegaskan bahwa lanjut usia (lansia) bukanlah kelompok yang perlu dipinggirkan, melainkan bagian penting yang memiliki kontribusi besar dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sekolah Lansia Tangguh Nusa Indah, yang digelar di Desa Babat Banyuasin, Kecamatan Babat Supat, sekaligus dirangkaikan dengan pelayanan KB serentak dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada Kamis itu, Hj. Patimah Toha menyoroti tentang pentingnya perubahan paradigma terhadap lansia di tengah masyarakat.
Ia menilai, lansia kerap dipandang sebagai beban, padahal memiliki peran strategis sebagai sumber pengalaman, pengetahuan, serta nilai kehidupan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Lansia adalah aset berharga. Mereka membawa pengalaman dan kearifan yang sangat berarti bagi keluarga maupun lingkungan sosial,” ujar Hj. Patimah Toha.
Ia berharap, program Sekolah Lansia Tangguh dapat terus diperluas ke berbagai kecamatan dan desa di Kabupaten Muba. Program ini dinilai sebagai salah satu langkah konkret dalam mendorong lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif di usia lanjut.
Selain meningkatkan kualitas hidup, program tersebut juga diharapkan memperkuat dukungan keluarga dalam merawat dan mendampingi anggota lansia.
Hj. Patimah Toha menegaskan bahwa TP PKK Kabupaten Muba akan terus berperan aktif dalam mendukung pembinaan lansia melalui program Bina Keluarga Lansia (BKL), yang menjadi salah satu fokus pemberdayaan keluarga di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga meninjau langsung layanan keluarga berencana (KB) yang digelar secara serentak dalam rangka kegiatan nasional.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut turut diisi dengan penyerahan bantuan pencegahan stunting, paket makanan sehat, serta bantuan pangan untuk masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Muba, Demoon Hardian Eka Suza, menjelaskan bahwa Wisuda Sekolah Lansia Tangguh Nusa Indah merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup lansia di daerah.
Menurutnya, program ini telah memasuki pelaksanaan kedua setelah sebelumnya digelar di Kecamatan Keluang. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan diperluas ke sejumlah desa lainnya di Kabupaten Muba.
“Program ini akan terus kami jalankan agar semakin banyak lansia mendapatkan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Demoon Hardian Eka Suza.
Pada pelaksanaan wisuda kali ini, sebanyak 25 peserta dinyatakan lulus, terdiri dari 21 perempuan dan empat laki-laki. Para peserta telah mengikuti berbagai pembelajaran yang berfokus pada kesehatan, aktivitas sosial, serta penguatan kemandirian di usia lanjut.
Di sisi lain, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), dr. Arios Sapris, memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang mendukung program pembangunan keluarga di Muba.
Ia menekankan bahwa isu lansia tidak dapat dipisahkan dari kualitas keluarga secara menyeluruh, termasuk aspek pengasuhan anak dan upaya pencegahan stunting.
Menurutnya, pembangunan keluarga yang kuat akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. “Pembangunan keluarga mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan lansia hingga upaya pencegahan stunting pada anak,” ungkapnya. (fran)







