WartaNegeriku.id — Kawasan Transmigrasi Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, menyimpan kisah unik tentang keberhasilan program transmigrasi Indonesia. Menyusuri jalan-jalan desa di wilayah ini, suasana khas Bali begitu terasa. Di depan rumah warga berdiri sanggah dan pura keluarga, bahkan terdapat pura desa yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, menyebut Mesuji sebagai salah satu bukti nyata keberhasilan program transmigrasi nasional. Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan (Sumsel) ini, dihuni oleh transmigran dari berbagai daerah, khususnya Jawa dan Bali, yang kini hidup berdampingan dan berkembang bersama masyarakat lokal.
“Sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini, program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan tiga provinsi baru, yaitu Kalimantan Utara, Papua Selatan, dan Sulawesi Barat,” ujar Viva Yoga Mauladi saat kunjungan kerja di Mesuji, pada hari Jum’at, tanggal 23 Januari 2026.
Tidak sekadar membentuk wilayah administrasi baru, transmigrasi juga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial. Mesuji, yang resmi menjadi kabupaten hasil pemekaran dari Tulang Bawang pada 2008, kini berkembang sebagai kawasan dengan potensi pertanian dan UMKM yang menjanjikan.
Hal itu terlihat saat Viva Yoga Mauladi menghadiri panen melon di Desa Tanjung Menang Raya, Kecamatan Mesuji Timur. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri Kapolda Lampung (Irjen Pol Helfi Assegaf), Bupati Mesuji (Hj. Elfianah), Wakil Bupati (Yugi Wicaksono), Plt. Bupati Lampung Tengah (I Komang Koheri), serta pengusaha nasional pemilik Toko Oleh-Oleh Krisna Bali, Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna).
Viva Yoga Mauladi mengapresiasi kerja keras para transmigran dan warga setempat, yang berhasil mengembangkan budidaya melon secara produktif. Selain melon, kawasan Mesuji juga dikenal sebagai penghasil padi, pisang, singkong, dan berbagai komoditas pertanian lainnya.
“Kementerian Transmigrasi memiliki tanggung jawab untuk mengoptimalkan potensi wilayah, sesuai karakter dan keunggulan daerah. Setiap kawasan punya fokus pengembangan yang berbeda,” jelas mantan anggota DPR RI dua periode itu.
Ia menegaskan, pengelolaan potensi unggulan dilakukan dengan pendekatan modern dan berbasis hilirisasi. Pemerintah mendorong keterlibatan masyarakat dalam industri pengolahan, agar tercipta ekosistem ekonomi yang terintegrasi di kawasan transmigrasi.
Dalam pengembangan tersebut, Kementerian Transmigrasi juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari kementerian lain, pemerintah daerah, BUMN, hingga sektor swasta. Salah satu peluang yang didorong adalah kerja sama UMKM Mesuji dengan jaringan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali.
“Produk UMKM Mesuji harus punya pasar luas. Kami berharap hasil pertanian dan olahan transmigran bisa dipasarkan di outlet Krisna Bali, tidak hanya di Bali, tetapi juga di kota-kota lain,” harapnya.
Diketahui, Krisna Bali memiliki 34 outlet yang setiap harinya dikunjungi ribuan wisatawan. Viva Yoga Mauladi optimis, kerja sama ini akan meningkatkan daya saing produk lokal dan membuka peluang UMKM Mesuji, menembus pasar nasional hingga ekspor.
Ia menekankan, investasi di kawasan transmigrasi sangat penting untuk menciptakan efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Mesuji harus punya produk unggulan yang kuat dan berdaya tawar tinggi. Jika rantai produksi berjalan, pendapatan masyarakat akan meningkat,” pungkasnya. (*)



