Sriwijaya FC Masuk Grup Barat Liga Nusantara, Ini Lawan Laskar Wong Kito

WARTANEGERIKU.ID — Perjalanan Sriwijaya FC pada kompetisi Liga Nusantara musim 2026/2027 resmi mendapatkan titik terang. Kepastian tersebut dipastikan setelah operator liga (I.League) merampungkan club owner meeting yang mempertemukan pihak pengelola liga dengan 24 klub calon peserta.

Pertemuan strategis ini dilangsungkan di Super League Hall, Kantor I.League, Menara Mandiri II Lantai 19, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026). Forum tersebut menjadi penentu format kompetisi sekaligus pembagian grup bagi kontestan dari berbagai penjuru tanah air.

Pembagian Grup dan Peta Persaingan Liga Nusantara 2026/2027

Sebanyak 24 klub peserta yang hadir dalam forum tersebut meliputi Persibo, Gresik United, Persikota, Putra Sang Fajar, Persipa, Persinab, Perseden, Persikotas, Persekabpas, Persika, Pekanbaru FC, Batavia, Persitara, Persikutim, Persiba, Sriwijaya FC, Donggala United, Persekat, PS Ngada, Persipani, Pasuruan United, Pesik, Persibangga, dan Persinga.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, seluruh kontestan dibagi secara merata ke dalam tiga zona wilayah, yakni Grup Barat, Grup Tengah, dan Grup Timur:

  • Grup Barat: Sriwijaya FC, Persekat Tegal, Batavia FC, Persikota Tangerang, Pesik Kuningan, Persikotas Nusantara FC, Persitara Jakarta Utara, dan Pekanbaru FC.

  • Grup Tengah: Persiba Bantul, Gresik United, Persibo Bojonegoro, Persipa Pati, Persibangga Purbalingga, Putra Sang Fajar Blitar, Persinga Ngawi, dan Persika Karanganyar.

  • Grup Timur: Persekabpas Pasuruan, Persipani Paniai, Pasuruan United, PSN Ngada, Persinab Nabire, Perseden Denpasar, Persikutim Patriot United FC, dan Donggala United FC.

Kompetisi Liga Nusantara musim ini dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026 dengan menggunakan sistem double round-robin home and away (kandang dan tandang).

Tantangan Operasional dan Respons Manajemen Laskar Wong Kito

Kepastian format kompetisi kandang-tandang ini disambut positif oleh jajaran manajemen Sriwijaya FC yang hadir langsung di Jakarta, yakni Presiden Klub, Mohammad David, bersama Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang juga CEO PT Digi Sport Asia, Anggoro Prajesta.

Anggoro Prajesta menilai format tersebut memberikan ruang ideal bagi para suporter untuk terus memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan kendati harus berjuang di kasta Liga Nusantara.

“Bismillah kita bisa ikut kompetisi dan lancar. Alhamdulillah home and away, artinya fans bisa terus kasih dukungan walau di Liga 3,” ungkap Anggoro Prajesta, dilansir dari sripoku.com.

Di sisi lain, Presiden Sriwijaya FC, Mohammad David, mengakui bahwa penerapan sistem kandang dan tandang di Grup Barat menuntut kesiapan finansial dan logistik yang matang dari manajemen klub. Pasalnya, mayoritas tim pesaing di grup tersebut bermarkas di wilayah Pulau Jawa dan Jakarta, dengan Pekanbaru FC sebagai satu-satunya tim lain yang berasal dari Pulau Sumatra.

“Masalah home and away sepertinya kita akan banyak di Pulau Jawa, Jakarta. Karena di situ pesertanya ada Persikota, Persitara Jakarta Utara. Cuma satu tim sesama asal Sumatra yakni Pekanbaru FC. Kita mainnya bulan Oktober,” jelas Mohammad David.

Menyusul kepastian grup dan format kompetisi ini, manajemen Sriwijaya FC langsung bergerak cepat untuk mematangkan berbagai persiapan teknis, termasuk penentuan stadion yang akan digunakan sebagai markas kandang resmi Laskar Wong Kito dalam mengarungi ketatnya persaingan musim ini. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *