BekisarMedia.id — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengambil langkah antisipatif untuk melindungi generasi muda dari gempuran informasi negatif, dengan menggelar Literasi Media di SMP Negeri 35 Palembang, hari Kamis, tanggal 9 April 2026.
Kegiatan bertajuk Pentingnya Konsumsi Media yang Sehat ini, hadir sebagai jawaban atas keresahan orang tua dan guru terhadap perilaku digital pelajar saat ini.
Kehadiran tim Bidang Kelembagaan KPID Sumsel bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumsel, bertujuan untuk menanamkan kesadaran bahwa tidak semua yang viral di media sosial layak untuk dikonsumsi.
baca juga : Empat Tim SMPN 2 Semendawai Timur Lolos Review OPSI 2026, Angkat Isu Lingkungan hingga Bullying
Melalui edukasi ini, para siswa diajak untuk lebih kritis dalam memilah mana tayangan yang bersifat mengedukasi, dan mana yang justru merusak mental.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 35 Palembang, Sri Martini, menyambut hangat inisiatif ini, karena relevan dengan tantangan belajar di era gadget. Ia berharap anak didiknya tidak lagi mudah terombang-ambing oleh informasi hoaks atau konten yang belum tentu kebenarannya.
Strategi Digital Zen KPID Sumsel di SMPN 35 Palembang
Salah satu materi yang paling mencuri perhatian adalah pengenalan konsep Digital Zen yang dipaparkan oleh Nani Dwiyanti dari Dinas Kominfo Sumsel. Strategi ini menawarkan tiga langkah praktis bagi siswa, segera menghapus konten toxic, menjaga lingkungan digital agar tetap positif, serta menggunakan mode fokus untuk menghindari gangguan saat belajar.
Konsep ini dirasa sangat perlu, mengingat fenomena information overload atau banjir informasi yang sering membuat pelajar kehilangan arah. Dengan menerapkan Digital Zen, siswa diharapkan bisa menjaga kesehatan mental mereka sembari tetap update dengan teknologi terbaru.
baca juga : Persiapan Haji Tahun 2026 Mulai Disorot, Ini yang Dikhawatirkan
Pentingnya Memilih Media Penyiaran yang Sehat
Wakil Ketua KPID Sumsel, Hasandri Agustiawan, juga memberikan panduan mengenai ciri-ciri tayangan sehat, yang layak tonton bagi remaja. Menurutnya, memilih media penyiaran yang sehat adalah kunci pembentukan karakter pelajar yang berkualitas di masa depan.
“Literasi media bukan sekadar tahu cara pakai HP, tapi tahu cara menyaring apa yang masuk ke pikiran kita,” tegas Septriandi Setia Permana, Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Sumsel.
Sinergi antara KPID dan sekolah ini diharapkan melahirkan agen perubahan di lingkungan SMPN 35 Palembang yang bijak dan bertanggung jawab di ruang digital. (try)


