Wartanegeriku.id, PADANG – Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah titik bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat pada Rabu (10/12). Dalam agenda kemanusiaan itu, Anas turut didampingi jajaran pengurus DPP PKN dan pengurus PKN Sumatera Barat yang sejak awal terlibat dalam penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Peninjauan dimulai dari Nagari Pasie Laweh – Korong Tanah Taban, Kabupaten Padang Pariaman, salah satu wilayah yang mengalami dampak terberat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejak akhir November. Di lokasi itu, Anas menyempatkan diri berdialog langsung dengan warga yang mengungsi sekaligus mendengar pemaparan kondisi terkini dari tim posko setempat.
Laporan posko penanganan bencana mencatat lebih dari 160 warga masih tinggal di tenda-tenda darurat. Sebagian besar kehilangan rumah serta akses terhadap kebutuhan pokok usai banjir dan longsor merusak infrastruktur di kawasan tersebut. Kondisi cuaca yang masih tidak menentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi relawan yang bertugas di lapangan.
Sebagai wujud kepedulian, PKN menyerahkan paket bantuan untuk memperkuat logistik posko. Bantuan tersebut mencakup sembako, kebutuhan bayi, perlengkapan harian, alat kebersihan, hingga dukungan lain yang dianggap vital bagi para korban selama masa pengungsian.
“Bencana ini meninggalkan luka bagi banyak keluarga. Kami datang bukan sekadar meninjau, tetapi memastikan ada tindakan nyata untuk membantu warga yang sedang kesulitan. Solidaritas adalah kewajiban moral kita bersama,” ujar Anas Urbaningrum saat mendampingi proses distribusi bantuan.
Ia menambahkan bahwa PKN akan terus memantau perkembangan situasi di Sumbar dan siap mengirimkan bantuan lanjutan bila diperlukan. Anas juga memberikan apresiasi kepada relawan, perangkat nagari, dan seluruh unsur yang bekerja siang malam mendampingi warga sejak bencana pertama kali terjadi.
Sejak akhir November, hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir, longsor, hingga kerusakan infrastruktur di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Pemerintah provinsi pun menetapkan status tanggap darurat hingga 22 Desember 2025 untuk mempercepat penanganan dan pemulihan kawasan terdampak.
Anas mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Sumbar yang tengah menghadapi cobaan berat. “Ini saatnya kita saling menopang. Saudara-saudara kita di Sumatera Barat membutuhkan uluran tangan. Mari hadir bersama mereka,” pungkasnya. (tri)







