Pesan Penting Nono Sampono Kepada Pelajar : Kuasai AI, Tapi Karakter Tetap Nomor Satu

Maluku Tengah, WartaNegeriku.id — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Nono Sampono, menegaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak akan pernah mampu menggantikan peran guru dan proses pembentukan karakter.

Pernyataan tersebut disampaikan Nono Sampono saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan Ikatan Pelajar Mahasiswa Limboro (IPMAL) di Pantai Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis pagi, tanggal 11 Desember 2025.

Dalam arahannya, Nono Sampono menjelaskan bahwa kemajuan teknologi AI memang membawa banyak manfaat, khususnya dalam dunia pendidikan. Namun, penggunaan AI harus tetap berada dalam kendali, agar tidak melemahkan kompetensi dasar pelajar.

BACA JUGA :  Temui Mahasiswa STAIN Ambon, Nono Sampono Tegaskan Pentingnya Empat Pilar MPR

“AI bisa membantu belajar, tapi tidak bisa menggantikan guru maupun proses yang membentuk karakter,” tegas Nono Sampono melalui keterangan yang diterima pada hari Jum’at, tanggal 12 Desember 2025..

Menurutnya, AI memang mampu mengoreksi soal pilihan ganda dan memberikan hasil hitungan secara cepat, tetapi tidak memiliki kemampuan menilai aspek non kognitif seperti disiplin, kreativitas, kerja sama, etika, dan usaha seseorang dalam proses pembelajaran.

Di hadapan para pelajar dan mahasiswa, Nono Sampono mengingatkan bahwa penggunaan AI tanpa kendali, dapat berdampak negatif. Ketergantungan pada teknologi, berpotensi membuat generasi muda kehilangan kemampuan berpikir kritis dan menurunkan integritas akademik.

BACA JUGA :  Mesuji, Jejak Transmigrasi yang Tumbuh Jadi Lumbung Ekonomi Baru

Ia juga mengajak para pelajar untuk tetap menjadikan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pedoman moral dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.

“Pancasila mengajarkan etika, tanggung jawab, dan bagaimana kita bersikap dalam menggunakan teknologi. Kalian boleh semakin pintar secara digital, tapi karakter dan nilai kebangsaan tidak boleh ditinggalkan,” ujar Nono Sampono.

Menutup pesannya, Nono Sampono mengajak generasi muda untuk menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri kebangsaan. “Kuasai AI, manfaatkan untuk kebaikan, dan jadilah generasi yang tetap berjiwa Pancasila,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *