Transformasi SMKN 5 Manokwari Lewat Program Revitalisasi 2025

WARTANEGERIKU.ID — SMKN 5 Manokwari menjadi salah satu penerima manfaat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Inisiatif ini membawa perubahan besar bagi wajah sekolah, yang kini dilengkapi dengan fasilitas belajar yang lebih modern, representatif, dan layak untuk mendukung kegiatan praktik siswa.

Program ini mencakup pembangunan dan perbaikan tiga ruang kelas Teknik Konstruksi dan Properti (TKP), empat ruang kelas Teknik Komputer dan Jaringan, serta empat ruang kelas Teknik Kendaraan Ringan. Selain itu, sekolah juga mendapatkan ruang praktik siswa TKP beserta perabot pendukung, dan perpustakaan yang lebih memadai.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa revitalisasi ini adalah program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Tujuannya adalah mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan hingga ke daerah terpencil.

“Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak di mana pun berada memiliki akses fasilitas belajar yang sama. Ini merupakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan, mulai dari kota kecil hingga daerah terpencil sekalipun,” ujar Tatang Muttaqin, pada hari Rabu, tanggal 7 Mei 2026.

BACA JUGA :  Panduan Lengkap Pendaftaran TKA SMA/SMK 2026: Jadwal, Aturan, dan Solusi Data Residu

Perjuangan dari Kondisi Memprihatinkan

Kepala SMKN 5 Manokwari, Choiruddin, mengenang kondisi sekolah saat ia mulai bertugas pada tahun 2020. Saat itu, sekolah berada dalam kondisi yang sangat minim, ruang kelas rusak berat, atap bocor, hingga lantai yang masih berupa tanah.

Bahkan, tumbuhan liar sempat tumbuh di dalam ruang kelas karena minimnya perawatan. Kondisi ini membuat kepercayaan masyarakat merosot tajam, hingga banyak orang tua lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke kota, meski harus menempuh jarak 100 kilometer.

“Jangankan murid, bahkan guru-guru pun hampir menyerah dengan kondisi SMKN 5 Manokwari. Kemudian, kita mencoba membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar, karena jika masyarakat percaya, sekolah ini akan berkembang perlahan,” kata Choiruddin.

BACA JUGA :  56 SPPG di Palembang Belum Bersertifikat, Ratu Dewa Gerak Cepat

Dampak Nyata bagi Masa Depan Siswa

Upaya gigih para guru dalam melakukan pembenahan secara bertahap, akhirnya membuahkan hasil. Setelah revitalisasi rampung melalui skema swakelola, suasana belajar berubah drastis menjadi lebih nyaman dan inspiratif bagi siswa.

Amirullah, guru yang telah bertugas sejak 2011, menuturkan bahwa keterbatasan ruang praktik, dulu menjadi penghambat utama optimalisasi materi pelajaran. “Ketika sekolah sudah selesai direvitalisasi, guru dan murid tersenyum melihat wajah SMKN 5 Manokwari yang dulu nyaris tidak terlihat,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Alberto Wilson, siswa kelas XII, mengaku kini lebih antusias bersekolah. “Kalau dulu teman-teman jarang masuk karena kondisi sekolah kurang baik dan jaraknya jauh. Sekolah sekarang sudah bagus,” ujar Wilson.

Transformasi SMKN 5 Manokwari bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan simbol kebangkitan pendidikan vokasi di daerah. Dengan fasilitas yang kini memadai, diharapkan sekolah ini mampu mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing dalam dunia industri nasional. (airu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar