Bantuan 20 Ton dari Presiden untuk Korban Bencana Sumbar Tiba

WARTANEGERIKU.ID — Sebanyak 20.616 kilogram barang bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), pada hari Jum’at, tanggal 5 Desember 2025.

Bantuan logistik darurat untuk korban bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar) itu, diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara.

Paket bantuan kemanusiaan ini merupakan sinergi dari berbagai instansi pusat, meliputi Sekretariat Kabinet, Kementerian Pertahanan, serta Markas Besar TNI.

Setibanya di bandara, logistik langsung disambut oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar, untuk segera diproses pendistribusiannya.

BACA JUGA :  Transformasi SMKN 5 Manokwari Lewat Program Revitalisasi 2025

Penyerahan Resmi dan Fokus Distribusi Logistik

Kedatangan bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, bersama Pangdam XX/IB, Mayjen TNI Arief Gajah Mada, dan Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.

Hadir pula Komandan Koarmada II Padang, Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Danrem 032/Wirabraja, Brigjen TNI Mahfud, serta Danlanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Wahyu Bintoro.

“Alhamdulillah, hari ini kami menerima bantuan dari Bapak Presiden Prabowo seberat 20 ton 616 kilogram. Forkopimda Sumbar berterima kasih atas perhatian yang luar biasa ini. Insya Allah akan kami rinci kemudian didistribusikan ke kabupaten dan kota sesuai kebutuhan warga terdampak,” ujar Mahyeldi Ansharullah.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar muatan didominasi oleh bahan kebutuhan pokok dan makanan siap saji. Pasokan ini dinilai sangat vital, untuk menjamin ketersediaan pangan bagi ribuan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal maupun akses ekonomi, akibat hantaman banjir bandang, galodo, dan tanah longsor.

BACA JUGA :  Presiden Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional 2025 Kepada 10 Tokoh Bangsa

Penanganan Akses Jalan dan Krisis Air Bersih

Di tengah masa tanggap darurat ini, tantangan terbesar di lapangan tidak hanya berfokus pada suplai pangan, tetapi juga pemulihan infrastruktur dasar. Banyak ruas jalan antar kabupaten yang masih terputus, akibat timbunan material longsor, serta rusaknya jaringan air bersih milik warga.

“Pemprov Sumbar didukung pemerintah pusat, institusi, dan para pemangku kepentingan terus bekerja maksimal memasuki tahap tanggap darurat hingga nanti proses rekonstruksi,” tambah Mahyeldi Ansharullah.

Selain dari pemerintah pusat, aliran bantuan juga datang dari berbagai pemerintah provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, serta perantau Minang.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan psikologis maupun fisik masyarakat di wilayah terdampak bencana Sumatra Barat. (airu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *