WARTANEGERIKU.ID, SEKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun 2026 dengan menggelar Apel Siaga Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutbunlah) di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (18/6/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet dan diikuti ratusan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Basarnas, Manggala Agni Daops Muba, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Masyarakat Peduli Api (MPA), unsur dunia usaha, hingga relawan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0401/Muba Letkol Inf. Dimas Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo, Sekretaris Daerah Muba Syafaruddin, Asisten I Setda Muba Ardiansyah, serta sejumlah Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota di Sumatera Selatan.
Lahan Gambut Muba Jadi Prioritas Perlindungan
Dalam amanatnya, Bupati Toha Tohet menegaskan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin memiliki kawasan gambut yang luas dan memiliki fungsi penting bagi keseimbangan lingkungan.
Menurutnya, karakteristik wilayah tersebut membuat Muba menjadi salah satu daerah yang memerlukan perhatian serius dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, terutama saat musim kemarau.
Ia mengingatkan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia sehingga seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.
“Kondisi musim kemarau tahun 2026 diprediksi lebih kering. Berdasarkan data, sebagian besar kejadian kebakaran disebabkan oleh faktor manusia. Karena itu, saya tegaskan tidak boleh ada keterlambatan dalam penanganan di lapangan,” ujar Toha Tohet.
Target Tekan Luas Karhutla Hingga 50 Persen
Pemkab Muba menargetkan penurunan luas area kebakaran hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan Muba Siaga Bebas Asap 2026.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi penggunaan dana desa untuk mendukung program “Satu Desa Satu Pompa” di wilayah rawan kebakaran.
Selain itu, perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan maupun kehutanan diminta memperkuat kesiapan unit pemadam kebakaran internal serta berpartisipasi membantu penanganan kebakaran di desa-desa sekitar wilayah operasional apabila diperlukan.
BPBD: Status Siaga Darurat Telah Ditetapkan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Muba, Marko Susanto, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau diperkuat melalui Keputusan Bupati Muba Nomor 264/KPTS-BPBD/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.
Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas prakiraan BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan yang memprediksi musim kemarau berlangsung sejak akhir Mei 2026 dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus.
Marko juga memaparkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil positif.
Data BPBD mencatat luas lahan yang terbakar di Kabupaten Muba turun dari sekitar 4.036 hektare pada 2024 menjadi 986 hektare pada 2025. Capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan efektivitas pencegahan pada musim kemarau tahun ini.
Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutbunlah
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Sinergi Penanggulangan Karhutbunlah Tahun 2026 oleh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, dan perwakilan dunia usaha.
Selain itu, peserta apel juga melakukan pengecekan kesiapan peralatan pemadam, termasuk mesin pompa dan armada operasional, sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh personel dan sarana siap digunakan apabila terjadi kebakaran.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Muba berharap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan dapat berjalan lebih efektif sehingga dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan.(*)







