Kapolri dan Titiek Soeharto Tinjau Pengungsi Korban Gempa di NTT

WARTANEGERIKU.ID — Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi yang akrab disapa Titiek Soeharto, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan kemanusiaan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Agustus 2026.

Dalam lawatan tersebut, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, dan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran.

Kehadiran para pimpinan negara ini bertujuan memastikan proses penanganan darurat serta distribusi bantuan berjalan optimal di wilayah terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7.7, yang mengguncang kawasan tersebut sejak Sabtu, 15 Agustus 2026.

“Pertama-tama, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ungkap Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di hadapan para pengungsi.

BACA JUGA :  5.000 Ojol dan Buruh Apel Bersama Kapolri di Palembang

Data Terbaru Korban dan Pengungsian Pasca gempa

Berdasarkan pemaparan resmi dari Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Bramantyo, total korban jiwa akibat bencana ini mencapai 70 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.

Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur tercatat sebagai wilayah dengan dampak korban jiwa tertinggi, masing-masing mencatatkan 27 dan 25 jiwa meninggal dunia.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton SP Panjaitan, melaporkan adanya 40.040 warga yang mengungsi akibat faktor keselamatan maupun tekanan psikologis.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

BACA JUGA :  5.000 Ojol dan Buruh Apel Bersama Kapolri di Palembang

Optimalisasi Posko dan Distribusi Bantuan Logistik

Guna mempercepat pemulihan, Polri telah mendirikan delapan Posko Tanggap Bencana yang tersebar di Labuan Bajo dan wilayah polres terdampak. Posko ini difungsikan sebagai pusat komando evakuasi, pendataan kerusakan, serta pusat distribusi logistik bagi puluhan ribu warga di pengungsian.

Hingga hari Selasa, tanggal 18 Agustus 2026, total bantuan logistik dan kemanusiaan yang dikerahkan Polri telah mencapai 247,66 ton.

Bantuan tersebut meliputi paket sembako, kasur, tandon air bersih, obat-obatan, hingga mainan anak-anak, yang disalurkan menggunakan armada truk TNI-Polri ke berbagai titik posko pengungsian di NTT. (air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *