Pemkab Muba Bidik Predikat BB dalam Evaluasi SAKIP 2026

WARTANEGERIKU.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja pemerintahan.

Langkah strategis tersebut dibahas melalui Konsolidasi dan Evaluasi Kinerja untuk akselerasi persiapan evaluasi SAKIP 2026, di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Muba, pada hari Kamis, tanggal 25 Juni 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Asisten III Setda Muba, H. R.E. Aidil Fitri, serta dihadiri jajaran kepala perangkat daerah dan tim Satgas SAKIP Pemkab Muba.

Rangkaian acara diawali dengan keikutsertaan peserta secara virtual dalam Kick Off Meeting Evaluasi SAKIP dan Zona Integritas Nasional yang dibuka oleh Kementerian PANRB.

Menuju Target Predikat BB

Dalam arahannya, R.E. Aidil Fitri menyampaikan bahwa capaian nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Muba pada tahun 2025 berada di angka 69,32, dengan predikat B.

Berdasarkan evaluasi tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan skor hingga mencapai 71,00 atau meraih predikat BB pada tahun 2026.

“Capaian ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel. Setiap rekomendasi dari hasil evaluasi internal harus segera ditindaklanjuti agar perbaikan benar-benar berdampak,” ujar Aidil Fitri.

BACA JUGA :  Arah Perubahan APBD Muba 2026 Fokus pada Layanan dan Fiskal

Ia menegaskan bahwa keberhasilan SAKIP bukan sekadar tanggung jawab satu instansi tertentu, melainkan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan efisiensi birokrasi menjadi tolok ukur utama dari penilaian ini.

Optimalisasi Perencanaan Berbasis Digital

Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Muba, Hj. Nurzahrawati, menjelaskan bahwa fokus penilaian SAKIP mencakup perencanaan, pengukuran, pelaporan kinerja, hingga evaluasi internal.

Pemkab Muba kini mendorong optimalisasi teknologi digital melalui pemanfaatan aplikasi E-Office untuk mempermudah penyediaan data dukung penilaian.

Dari sisi perencanaan pembangunan daerah, Sekretaris Bappeda Muba, M. Salim, menambahkan perlunya penajaman indikator program agar memenuhi prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Penyusunan target yang berorientasi pada hasil (outcome) dinilai krusial untuk mendongkrak kualitas tata kelola pemerintahan di Bumi Serasan Sekate. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *