WARTANEGERIKU.ID — Inovasi teknologi ramah lingkungan mulai diterapkan di Desa Banu Ayu, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), melalui program pengabdian masyarakat bertajuk Eco Innovation: Teknologi Biogas Berbasis Limbah Ternak.
Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat pedesaan, dalam mengatasi persoalan lingkungan sekaligus merintis kemandirian energi alternatif.
Inisiatif tersebut dipimpin oleh Dr. Nopriawan Mahriadi, M.Sc, yang bersama timnya menghadirkan solusi pengolahan limbah ternak menjadi sumber energi siap pakai.
Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIPOL Candradimuka Palembang melalui program nasional tahun 2025.
Solusi Energi Alternatif dan Sanitasi Lingkungan
Rangkaian kegiatan ini berlangsung secara intensif selama delapan kali pertemuan, terhitung sejak 7 Oktober hingga 10 November 2025. Fokus utama program adalah menyediakan sumber bahan bakar alternatif, sekaligus menyelesaikan persoalan sanitasi limbah peternakan yang selama ini kerap dikeluhkan warga.
Pelaksanaannya melibatkan Kelompok Tani Maju Bersama secara langsung dalam pembangunan instalasi biogas komunal. Limbah kotoran ternak yang sebelumnya mencemari lingkungan, kini difermentasi menjadi gas metana, untuk keperluan memasak dan penerangan rumah tangga warga secara gratis.
“Teknologi biogas ini memberikan manfaat ganda, yaitu solusi energi alternatif yang lebih murah dan berkelanjutan, serta solusi sanitasi lingkungan. Kami berharap Banu Ayu dapat menjadi desa percontohan mandiri energi di Lahat,” ujar Dr. Nopriawan Mahriadi dalam keterangannya.
Selain menghasilkan gas, proses fermentasi tersebut juga menyisakan slurry atau pupuk organik padat dan cair yang kaya nutrisi. Pupuk ramah lingkungan ini langsung dimanfaatkan oleh para petani setempat untuk menyuburkan lahan pertanian tanpa harus bergantung pada pupuk kimia mahal.
Dukungan Pendanaan dan Peran Aktif Mahasiswa
Program inovatif ini mendapat dukungan pendanaan resmi dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Sinergi antara akademisi dan pemerintah pusat ini membuktikan komitmen nyata dalam memajukan kawasan pedesaan di Sumsel.
Perwakilan mahasiswa dari BEM STISIPOL Candradimuka, Elda Pepiya Putri, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka tidak sekadar membangun fisik instalasi, melainkan memastikan transfer ilmu pengetahuan berjalan sukses. Warga desa dibekali pelatihan teknis agar mampu merawat dan mengoperasionalkan reaktor biogas secara mandiri dalam jangka panjang.
Dodi Hardianto, salah seorang anggota Kelompok Tani Maju Bersama, mengaku sangat terbantu dengan adanya instalasi biogas tersebut. Warga kini tidak lagi terbebani oleh tingginya harga gas elpiji tabung serta berhasil mengubah limbah kotoran ternak yang semula bau menjadi berkah ekonomi bagi keluarga. (airu)

Airu Sikumbang adalah jurnalis WartaNegeriku.id yang fokus pada liputan di bidang politik dan pemerintahan. Selain itu, juga merupakan Wakil Ketua DPD Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan.







