Transformasi Digital RSUD Sekayu Diapresiasi Nasional, Direktur Raih Penghargaan TOP Leader Tahun 2025

HEADLINE287 Dilihat

Sekayu, WartaNegeriku.id — Komitmen RSUD Sekayu dalam mempercepat transformasi digital, kembali membuahkan hasil. Rumah sakit daerah kebanggaan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini, meraih penghargaan TOP Digital Implementation 2025 Level Stars 4 dalam ajang TOP Digital Awards 2025 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 4 Desember 2025.

Tidak hanya institusi, Plt. Direktur RSUD Sekayu, dr. Dina Krisnawati Oktaviani, juga meraih penghargaan bergengsi sebagai TOP Leader on Digital Implementation 2025. Penghargaan ini diberikan kepada pemimpin yang dinilai mampu menghadirkan visi strategis dan tata kelola teknologi digital yang kuat di lingkungan pelayanan kesehatan.

Prestasi tersebut, menjadi bukti keseriusan RSUD Sekayu dalam membangun pelayanan kesehatan berbasis teknologi. Menurut dr. Dina Krisnawati Oktaviani, digitalisasi rumah sakit telah berjalan secara menyeluruh, mulai dari integrasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) hingga penguatan infrastruktur IT, yang kini beroperasi 24 jam di seluruh unit layanan.

BACA JUGA :  Presiden Pimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMPNU Kalibata

“Sistem informasi telah menggunakan SIMRS dan aplikasi internal yang selalu diperbarui. Tata kelola IT, telah memiliki SPO serta standar layanan yang terdokumentasi dan dijalankan secara konsisten,” jelas dr. Dina Krisnawati Oktaviani.

Aplikasi layanan digital RSUD Sekayu yang mulai dikembangkan sejak tahun 2022, menjadi salah satu inovasi unggulan. Aplikasi ini mencakup berbagai kebutuhan internal, seperti data riwayat ambulans, permintaan barang, kontrak mitra, hingga sertifikat pegawai. Fitur tambahan seperti donor darah, medical check up (MCU), dan loket keuangan, memperkuat efisiensi layanan.

Selain aplikasi utama, RSUD Sekayu juga menghadirkan inovasi spesifik seperti Donara Siap Door (aplikasi donor darah online), Sistem dokumentasi hukum JDIH, Sistem pelaporan kendaraan ambulans, dan Sistem pendapatan loket keuangan.

BACA JUGA :  Madura United Resmi Ganti Alfredo Vera, Pelatih Baru Sudah Tiba di Indonesia!

SIMRS RSUD Sekayu juga telah bridging dengan BPJS, perangkat fingerprint, hingga Tanda Tangan Elektronik BSrE. Bahkan, hasil pemeriksaan radiologi kini dapat dikirim langsung ke WhatsApp pasien, memudahkan dokter membaca hasil dari mana saja.

Rumah sakit ini juga mengadopsi Clinical Decision Support System (CDSS), sistem yang membantu dokter melalui indikator otomatis dalam diagnosis dan penulisan resep obat.

Transformasi digital RSUD Sekayu dibarengi dengan peningkatan keamanan data dan pengelolaan akses. Seluruh data penting, dibackup rutin dan disimpan di area aman. Selain itu, jaringan dilindungi firewall serta anti virus terpusat, untuk meminimalkan risiko gangguan siber. “Akses SIMRS dibatasi sesuai jabatan. Keamanan data, infrastruktur, dan jaringan menjadi perhatian utama,” tambah dr. Dina Krisnawati Oktaviani.

BACA JUGA :  GKR Hemas Tegaskan Perempuan Harus Jadi Subjek Perubahan, Bukan Sekadar Objek Program

Ia menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi RSUD Sekayu, merupakan hasil komitmen seluruh jajaran manajemen, mulai dari direktur, kepala bagian, hingga unit IT.

Bagi dr. Dina Krisnawati Oktaviani, digitalisasi bukan hanya pencapaian teknis, tetapi perubahan budaya organisasi menuju efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. “Layanan digital dan SIMRS memberikan efisiensi waktu, mengurangi potensi kesalahan, mempercepat keputusan, mendukung transparansi, serta menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Ketua Penyelenggara TOP Digital Awards 2025, M. Lutfi Handayani, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan forum pembelajaran bersama melalui masukan dewan juri dan presentasi antar peserta.

BACA JUGA :  Mahasiswa STISIPOL Candradimuka Wujudkan Desa Mandiri Energi di Lahat

Proses penjurian digelar mulai dari hampir 1.000 kandidat, kemudian diseleksi menjadi 200 kandidat, 148 mendaftar, dan 131 menjalani penjurian lengkap secara daring.

Ketua Dewan Juri, Prof. Achmad Benny Mutiara, menyatakan bahwa transformasi digital harus menghasilkan manfaat nyata bagi publik, memperkuat tata kelola, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data serta kecerdasan buatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *