WartaNegeriku.id — Suasana mudik dan arus balik memang telah berlalu. Namun, di balik padatnya perjalanan dan ramainya terminal, ada cerita lain yang diam-diam terjadi, jumlah pergerakan warga melonjak tajam, tapi risiko di jalan juga ikut meningkat.
Selama 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Musi tahun 2026, Polda Sumatra Selatan (Sumsel) mencatat berbagai capaian yang menunjukkan peningkatan aktivitas masyarakat, dibanding tahun sebelumnya. Mulai dari jumlah penumpang hingga intensitas pengamanan, semuanya bergerak naik.
Data kepolisian mencatat, sejak 13 hingga 25 Maret 2026, kegiatan preemtif dan preventif mencapai lebih dari 30 ribu aktivitas. Angka ini meningkat lebih dari 12 persen, dibandingkan tahun lalu. Bahkan, kegiatan preventif, seperti patroli dan penjagaan, melonjak hingga 30 persen, menandakan kehadiran aparat semakin intens di lapangan.
Di sisi lain, ada perubahan mencolok dalam cara penegakan hukum. Penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi sorotan. Penindakan melalui ETLE mobile meningkat drastis hingga ratusan persen, sementara tilang manual hampir tidak lagi digunakan.
Baca juga : Kapolda Sumsel Pimpin Apel Perdana Usai Lebaran, Tekankan Kesiapsiagaan hingga Antisipasi Karhutla
Perubahan ini bukan sekadar soal angka, tapi juga mencerminkan arah baru penegakan hukum yang lebih transparan dan minim kontak langsung di lapangan.
Lonjakan mobilitas masyarakat juga terlihat jelas di sektor transportasi. Bandara, terminal, hingga kereta api, mengalami peningkatan jumlah penumpang. Moda udara mencatat kenaikan hingga puluhan persen, disusul terminal bus dan kereta api yang juga mengalami tren serupa.
Di jalan tol, arus kendaraan mencapai ratusan ribu unit. Beberapa ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Indralaya–Prabumulih, menjadi jalur yang paling ramai dilalui pemudik dan pemudik balik.
Namun, di balik meningkatnya mobilitas ini, ada fakta yang tidak bisa diabaikan. Jumlah kecelakaan lalu lintas justru ikut naik. Dari sebelumnya 80 kejadian, angka tersebut meningkat menjadi 129 kasus selama periode operasi.
Baca juga : Mudik Lintas Sumatra Dipantau Secara Real Time, Polda Sumsel Kendalikan 17 Wilayah dan Tertibkan 143 Truk
Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Sandi Nugroho, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh personel, tetapi ia tidak menutup mata terhadap risiko yang muncul. Menurutnya, peningkatan kecelakaan menjadi catatan penting yang harus segera dievaluasi untuk perbaikan ke depan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes. Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa keterbukaan data ini merupakan bagian dari komitmen institusi kepada publik.
Ia menyampaikan bahwa tidak semua capaian harus dilihat sebagai keberhasilan, melainkan juga sebagai bahan evaluasi agar pelayanan ke depan bisa lebih baik.
Keberhasilan operasi ini juga tidak lepas dari keterlibatan banyak pihak. Ribuan personel gabungan dari TNI, pemerintah daerah, hingga instansi terkait turut ambil bagian dalam menjaga situasi tetap kondusif selama periode mudik dan arus balik.
Baca juga : Buka Puasa Bersama, Kapolda Sumsel Ungkap Dedikasi Brimob
Bagi masyarakat, data ini menjadi pengingat penting. Tingginya mobilitas bukan hanya soal kemudahan perjalanan, tetapi juga membawa risiko yang harus diantisipasi bersama. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan kondisi fisik pengendara, menjadi faktor krusial dalam menekan angka kecelakaan.
Kini, Operasi Ketupat Musi tahun 2026 resmi berakhir dalam situasi yang relatif aman. Namun cerita di baliknya menyisakan satu pesan kuat, di tengah meningkatnya mobilitas, keselamatan tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. (ohs)







