WartaNegeriku.id — Bayangan tentang ibadah haji sering kali identik dengan antrean panjang, cuaca ekstrem, hingga kekhawatiran soal pelayanan di Tanah Suci. Di balik jutaan do’a yang dibawa calon jemaah Indonesia, ada satu hal yang diam-diam mulai jadi perhatian, apakah layanan haji tahun 2026 benar-benar sudah siap?
Kekhawatiran itu yang membuat Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) turun langsung ke Makkah, pada hari Jum’at,, tanggal 3 April 2026, untuk melihat kondisi nyata di lapangan. Mereka tidak hanya datang ke kantor urusan haji, tetapi juga mengecek hotel tempat jemaah menginap hingga dapur umum yang nantinya akan menyuplai makanan selama ibadah berlangsung.
Bagi banyak keluarga di Indonesia, terutama mereka yang sudah menunggu bertahun-tahun untuk berangkat, persoalan pelayanan bukan hal kecil. Sedikit saja ada masalah transportasi, konsumsi, atau akomodasi, dampaknya bisa sangat besar bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Baca juga : Wakil Ketua DPD RI Dorong Penguatan Kapasitas Institusi Kepolisian di Papua Tengah
Komite III DPD RI yang dipimpin Dailami Firdaus bersama Jelita Donal, melakukan peninjauan ke Kantor Urusan Haji Indonesia di Makkah. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap kesiapan layanan jemaah Indonesia di Arab Saudi.
Delegasi disambut Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heryawan, dan Pembantu Staf Teknis Urusan Haji Indonesia, Zakaria Anshori. Dalam pertemuan tersebut, Ian Heryawan berharap seluruh proses persiapan haji 2026 bisa berjalan lancar, di tengah situasi global yang terus berubah.
Menurut Ian Heryawan, tantangan penyelenggaraan haji kini tidak lagi sesederhana soal keberangkatan dan pemulangan jemaah. Ada banyak faktor lain yang harus diantisipasi, mulai dari perubahan kebijakan, kondisi cuaca, hingga kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara.
Baca juga : Bazar Ramadan DWP DPD RI Ramai, UMKM Sumringah
Dailami Firdaus menegaskan bahwa pihaknya ingin mendapatkan gambaran teknis yang benar-benar utuh, terutama soal kesiapan layanan di Daerah Kerja Makkah. Komite III, kata dia, membawa aspirasi dari daerah asal jemaah, yang selama ini masih sering mengeluhkan masalah transportasi, makanan, hingga penginapan.
“Komite III membawa aspirasi dari daerah asal jemaah. Kami ingin memastikan kesiapan layanan, mulai dari transportasi, konsumsi, hingga akomodasi,” ujar Dailami Firdaus.
Perhatian terbesar tertuju pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Kawasan ini selalu menjadi titik paling krusial, karena menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji. Kepadatan manusia, cuaca panas, dan mobilitas tinggi membuat aspek keselamatan harus benar-benar diperhatikan.
Baca juga : DPD RI Serap Aspirasi, Dorong Usulan Pembentukan Badan Guru Nasional
Karena itu, delegasi juga mengecek langsung hotel jema’ah Indonesia dan dapur umum di Makkah. Mereka ingin memastikan makanan yang disiapkan, sesuai kebutuhan, tempat tinggal nyaman, dan pelayanan berjalan sesuai standar.
Sebelumnya, Komite III DPD RI juga telah melakukan peninjauan di Madinah, untuk melihat kesiapan fase awal kedatangan jemaah. Langkah ini dinilai penting, agar potensi masalah bisa dideteksi lebih awal sebelum musim haji benar-benar dimulai.
Bagi calon jemaah dan keluarganya di Indonesia, pengawasan seperti ini menjadi kabar yang menenangkan. Sebab, yang mereka harapkan bukan hanya bisa berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga pulang dengan rasa aman, nyaman, dan ibadah yang berjalan lancar. (ohs)

