WARTANEGERIKU.iD — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan bahwa daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), merupakan representasi atau wajah Indonesia di mata negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
Pernyataan ini disampaikan Sultan Baktiar Najamudin sebagai bentuk apresiasi atas langkah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang meninjau langsung kondisi sosial masyarakat di Pulau Miangas, salah satu wilayah terdepan Indonesia.
“Presiden memiliki komitmen luar biasa terhadap pembangunan infrastruktur dasar masyarakat di daerah kepulauan. Wilayah terdepan dan terluar yang notabene adalah daerah kepulauan memang membutuhkan perhatian lebih dari negara,” ujar Sultan Baktiar Najamudin melalui keterangan resmi, Minggu, 10 Mei 2026.
Sultan Baktiar Najamudin menjelaskan, DPD RI saat ini tengah intensif membahas RUU Daerah Kepulauan bersama Pemerintah dan DPR RI. Regulasi ini dianggap sebagai kebutuhan hukum mendesak, untuk percepatan pembangunan di kawasan seperti Pulau Miangas, yang berada di ujung utara Indonesia.
“Kita membutuhkan RUU Daerah Kepulauan sebagai kebijakan inklusif dan berwawasan kepulauan. Dengan payung hukum ini, kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tersebut dapat terpenuhi secara terencana dan menyeluruh,” tegasnya.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini juga mengungkapkan bahwa terdapat puluhan gugusan pulau berpenghuni jutaan jiwa yang masih memerlukan perhatian khusus. Menurutnya, kehadiran negara sangat krusial di wilayah-wilayah tersebut.
“Kunjungan Presiden Prabowo ke Pulau Miangas menjadi sinyal positif bagi proses penyusunan RUU Daerah Kepulauan. Kami berharap RUU ini segera disahkan menjadi Undang-Undang, mengingat usulan ini sudah diperjuangkan sejak belasan tahun lalu,” pungkas Sultan Baktiar Najamudin. (air)



