Genjot PAD, Komisi III DPRD Sumsel Kantongi Strategi Baru dari DIY

Selamat Hari Raya Idul Adha Tahun 1.447 Hijriah

WARTANEGERIKU.ID — Komisi III DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Agenda ini bertujuan untuk mempelajari strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan aset, di tengah tren penurunan transfer dana dari pemerintah pusat.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan DPRD DKI Jakarta ini, menyoroti sejumlah tantangan fiskal. Salah satu isu utama yang dibahas adalah dampak kebijakan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Kebijakan tersebut menggerus penerimaan tingkat provinsi, karena sebagian pendapatan langsung dialokasikan ke pemerintah kabupaten dan kota.

DPRD DIY membagikan pengalamannya, bahwa keterbatasan sumber daya alam memaksa mereka bertumpu pada sektor jasa, pariwisata, serta pajak bahan bakar dan kendaraan bermotor, sebagai motor utama penggerak PAD.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Sumsel Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Musi Tahun 2026

Menanggapi hal itu, Komisi III DPRD Sumsel memaparkan langkah taktis yang sedang berjalan di Bumi Sriwijaya, melalui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah.

Dari hasil kerja pansus, ditemukan sejumlah potensi PAD baru, yang cukup menjanjikan. Sektor tersebut meliputi pajak alat berat, pajak air permukaan, retribusi daerah, hingga kontribusi dari perusahaan berskala besar.

Kendati demikian, DPRD Sumsel juga mengidentifikasi adanya celah kebocoran pajak daerah, terutama pada sektor alat berat dan penggunaan air permukaan. Untuk mengatasinya, sinkronisasi data lintas instansi, koordinasi antarperangkat daerah, dan pengetatan pengawasan di lapangan mendesak untuk segera dilakukan.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Sumsel Klarifikasi Polemik Pengadaan Meja Biliar

Dari hasil kunjungan kerja ini, Komisi III DPRD Sumsel menyimpulkan bahwa peningkatan PAD tidak bisa sekadar mengandalkan kenaikan tarif pajak. Pemerintah daerah dituntut melahirkan inovasi kebijakan, mengoptimalkan aset, serta memetakan potensi pendapatan secara mendalam berdasarkan data riil di lapangan.

Rekomendasi dan data yang dihimpun dari DIY ini, nantinya akan dijadikan bahan evaluasi strategis guna memperkuat kapasitas fiskal dan mendongkrak PAD Sumsel ke depan. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *