WARTANEGERIKU.ID — Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) kembali mengirimkan putra terbaiknya untuk bersaing di tingkat nasional. Dua atlet, M. Raka Dewangga dan M. Julian Wiliyadi, resmi dipercaya mewakili Provinsi Sumatra Selatan pada Open Tournament Nasional Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) 2026, yang akan digelar di Kiara Artha Park, Bandung, Jawa Barat, pada 29–30 Agustus 2026.
Keikutsertaan kedua atlet tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumsel, khususnya Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pasalnya, salah satu atlet yakni M. Raka Dewangga merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba.
M. Raka Dewangga mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk tampil membawa nama daerah di level nasional. Ia menegaskan telah mempersiapkan diri secara maksimal bersama tim, agar mampu memberikan hasil terbaik.
“Kami merasa bangga bisa dipercaya mewakili Sumatra Selatan. Ini bukan hanya tentang bertanding, tetapi juga membawa nama baik daerah. Kami akan berusaha memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan Sumsel di tingkat nasional,” ujar M. Raka Dewangga.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi PABKI Sumsel, Fajri Noprianto, mengatakan, penunjukan dua atlet tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam melakukan pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Menurut Fajri, keikutsertaan kontingen Sumsel diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga memperkuat eksistensi olahraga akurasi bilah dan kapak di Sumsel.
“Ini merupakan momentum bagi Sumsel untuk menunjukkan kualitas atlet yang dimiliki. Kami berharap Raka dan Julian mampu tampil maksimal, berprestasi, sekaligus menginspirasi lahirnya atlet-atlet baru di daerah,” katanya.
Mengenal PABKI dan Kategori Pertandingan
Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) merupakan induk organisasi resmi olahraga rekreasi, ketangkasan, dan prestasi untuk lempar pisau, bilah, serta kapak di Indonesia, yang didirikan pada tahun 2021. Organisasi ini berfungsi mengatur pembinaan atlet, konsolidasi komunitas, serta menyusun protokol keselamatan lempar bilah nasional.
Dalam ajang Open Turnamen Nasional PABKI 2026, kompetisi ini juga berfungsi sebagai langkah awal pemetaan pegiat atau atlet ke dalam kategori pra-pemula, pemula, dan mahir.
Data hasil turnamen akan menjadi dasar program pembinaan serta penempatan kelas kompetisi berikutnya, dengan standar keselamatan yang ketat. Para peserta akan bertanding dalam beberapa kelas lempar bilah dan kapak utama, yaitu:
-
Full Spin: Kelas lempar bilah dan kapak dengan teknik putaran penuh, di mana bilah berputar di udara sebelum menancap ke target, sehingga peserta dituntut mampu mengatur jarak, genggaman, ritme lemparan, dan konsistensi putaran.
-
Half Spin: Kelas lempar bilah dengan teknik setengah putaran yang menuntut kontrol lebih halus, akurasi, timing, serta penguasaan teknik genggaman pada bilah.
-
No Spin: Metode pelempar pisau di mana pisau meluncur ke arah target dengan ujung tajam selalu menghadap ke depan tanpa berputar di udara, menuntut kontrol tangan, sudut lepas, dan stabilitas gerakan dengan presisi tinggi.
Perebutan Prestise dan Apresiasi Kejuaraan
Kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi wadah unjuk gigi kemampuan teknik para atlet dari berbagai daerah, tetapi juga menyediakan apresiasi kompetitif bagi para juara di puncak klasemen. Berdasarkan struktur penghargaan yang disiapkan oleh panitia nasional, para peraih podium utama hingga juara harapan akan memperebutkan ragam apresiasi menarik:
-
Juara 1 (Puncak Klasemen): Memperoleh hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, uang tunai, serta medali kehormatan.
-
Juara 2: Memperoleh uang tunai sebesar Rp4,5 juta beserta medali.
-
Juara 3: Memperoleh uang tunai sebesar Rp3,5 juta beserta medali.
-
Juara Harapan 1: Memperoleh uang tunai sebesar Rp2,5 juta beserta medali.
-
Juara Harapan 2: Memperoleh uang tunai sebesar Rp1,5 juta beserta medali.
-
Juara Harapan 3: Memperoleh uang tunai sebesar Rp500 ribu beserta medali.
Dengan persiapan matang yang telah dilakukan oleh kontingen asal Sumsel, keikutsertaan M. Raka Dewangga dan M. Julian Wiliyadi diharapkan mampu menembus ketatnya persaingan nasional serta menorehkan prestasi membanggakan bagi Bumi Sriwijaya di Kiara Artha Park, Bandung. (tri)









