Pemkab Muba Kejar Target Pembebasan Lahan Tol Trans Sumatera

WARTANEGERIKU.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel).

Langkah nyata dilakukan dengan memprioritaskan penyelesaian pembebasan lahan, agar proyek strategis nasional (PSN) ini tidak mengalami keterlambatan.

Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Muba, Abdur Rohman Husen, menegaskan tentang pentingnya penyelesaian aspek Administrasi, Ganti Kerugian, dan Hambatan Teknis (AGHT) secara tuntas.

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Penyelesaian AGHT JTTS di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Rabu, 6 Mei 2026.

BACA JUGA :  Sambut Idul Adha 2026, Pemkab Muba Salurkan 40 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Sektor

Evaluasi Dokumen Lahan yang Masih Berproses

Rapat koordinasi tingkat provinsi tersebut membedah sejumlah ruas tol prioritas. Beberapa di antaranya meliputi ruas Kayu Agung–Palembang–Betung, Simpang Indralaya–Muara Enim, Betung–Tempino–Jambi, serta Pematang Panggang–Kayu Agung Seksi Akses Mataram Jaya. Untuk wilayah Muba, fokus utama tertuju pada seliweran jalur utama Betung–Tempino–Jambi.

Berdasarkan data teknis dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Muba, proses pembebasan lahan masih menghadapi tantangan kelengkapan berkas. Dari total 108 Sertifikat Hak Milik (SHM) warga yang diajukan, baru 12 dokumen yang dinyatakan lengkap dan siap diproses ganti rugi. Sementara itu, sebanyak 164 bidang tanah lainnya hingga kini masih berada dalam tahap verifikasi administrasi yang ketat.

“Pemkab Muba berkomitmen penuh mendukung percepatan penyelesaian AGHT ini. Koordinasi lintas sektor dengan Kementerian ATR/BPN harus terus diperkuat agar kendala berkas di lapangan bisa segera menemui titik temu,” ujar Abdur Rohman Husen.

BACA JUGA :  Sertifikat Desain Jembatan P6 Lalan Resmi Terbit, Pembangunan Kembali Segera Dimulai

Efek Domino Ekonomi Bagi Kawasan Musi

Kehadiran jalan tol ini diyakini akan memangkas waktu tempuh logistik secara signifikan dari wilayah Muba menuju pusat kota Palembang maupun ke arah Jambi. Pengurangan biaya logistik tersebut, diproyeksikan mampu mendongkrak daya saing komoditas unggulan daerah, seperti karet dan kelapa sawit, serta menarik investasi baru di sektor industri pengolahan.

“Jalan tol ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan tuas pengungkit ekonomi regional. Oleh sebab itu, kami ingin memastikan seluruh proses pembebasan lahan berjalan efektif, adil bagi warga, dan tepat waktu,” tambah Abdur Rohman. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *