11,5 Hektare Lahan Terbakar, BPBD Kabupaten Muba Kerahkan Tim Gabungan Padamkan Api di Sejumlah Titik

WARTANEGERIKU.iD — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam beberapa hari terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muba mencatat, sedikitnya 11,5 hektare lahan terbakar sepanjang periode 16 hingga 18 September 2026.

Intensitas kebakaran yang mendekati kawasan permukiman menuntut kesiapsiagaan tinggi dari tim gabungan penanggulangan bencana di tingkat kabupaten.

Kronologi dan Titik Sebaran Karhutla di Muba

Rangkaian peristiwa karhutla ini terpantau mulai meningkat sejak Rabu, 16 September 2026. Laporan pertama diterima Posko BPBD Muba pada pukul 18.57 WIB terkait kebakaran lahan di Jalan Sekayu-Bandar Jaya-Selarai, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, tepatnya di sekitar Jembatan 6 Selarai.

Kepala BPBD Kabupaten Muba, Marko Susanto, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 6 hektare berupa semak belukar di atas tanah mineral. Berdasarkan temuan awal di lapangan, insiden ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas pembakaran oleh warga.

“Tim langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Pemadaman melibatkan BPBD, Damkar, RT, dan warga,” ujar Marko Susanto.

Sebanyak sembilan personel BPBD dan empat personel Damkar dikerahkan. Operasi baru tuntas pukul 23.30 WIB akibat kendala minimnya sumber air serta posisi titik api yang berada di tengah semak belukar dekat permukiman.

Selanjutnya pada Jumat, 18 September 2026, karhutla kembali terpantau di Desa Karang Ringin II, Kecamatan Lawang Wetan, sekitar pukul 13.40 WIB. Dari total sekitar 2,5 hektare lahan yang terbakar, tim berhasil melokalisir dan memadamkan sekitar 1 hektare dengan memanfaatkan sumber air dari kanal setempat.

BACA JUGA :  Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Muba Gerakkan Zikir Serentak di Seluruh Masjid

Penanganan di titik ini melibatkan personel BPBD, Polsek Lawang Wetan, pemerintah desa, serta RPK PT Guthrie hingga tuntas pukul 20.23 WIB.

Penanganan Tiga Titik Serentak di Sekayu

Pada hari yang sama, karhutla juga melanda tiga titik secara bersamaan di Kecamatan Sekayu, yakni kawasan PKU Perumnas Kelurahan Balai Agung, Jalan Sekayu-Bandar Jaya-Selarai dekat Jembatan 4, serta Jalan Sekayu-Muara Teladan Kelurahan Kayuara di dekat Perum Center Point.

“Total luas lahan yang terbakar di tiga titik sekitar 3 hektare. Tim langsung kami bagi untuk melakukan penanganan di masing-masing lokasi,” jelas Marko Susanto.

Sebanyak 22 personel BPBD dan 8 personel TNI dikerahkan dengan dukungan kendaraan operasional serta mesin pompa pemadam. Operasi pemadaman selesai pukul 20.22 WIB, sementara BPBD menyiagakan sekitar 10 personel untuk melakukan pendinginan guna mengantisipasi kemunculan titik api baru.

Menanggapi rentetan kejadian tersebut, Bupati Muba, Toha Tohet, menegaskan bahwa penanggulangan karhutla harus dilaksanakan secara cepat dan terpadu, mengingat sebagian besar titik api berlokasi di sekitar kawasan aktivitas warga.

“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Saya minta seluruh jajaran terus bergerak cepat melakukan pemadaman dan mengantisipasi munculnya titik api baru,” tegas Toha Tohet. (air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *