Sambut Idul Adha, 127 Juru Sembelih di Kabupaten Muba Ikuti Pelatihan

WARTANEGERIKU.ID – Menjelang perayaan Idul Adha tahun 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) mendukung penuh inisiatif Pengurus Daerah Juru Sembelih Halal (JULEHA) dalam meningkatkan kualitas penyembelihan hewan kurban.

Sebanyak 127 calon juru sembelih mengikuti pelatihan intensif di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Muba, pada hari Kamis, tanggal 14 Mei 2026.

Wakil Bupati Kabupaten Muba, Abdur Rohman Husen, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, peran juru sembelih sangat krusial, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dalam menjamin kehalalan pangan dan memenuhi syariat Islam.

Menjamin Kehalalan dan Keamanan Pangan

Pelatihan ini bertujuan agar para penyembelih memahami standar prosedur yang syar’i, sekaligus memperhatikan aspek kesehatan serta keamanan pangan.

Abdur Rohman Husen menekankan bahwa juru sembelih harus memiliki pemahaman mendalam mengenai kesejahteraan hewan (animal welfare) dan manajemen kurban yang tertib.

“Pelatihan ini merupakan upaya menjaga syariat Islam sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kita ingin setiap hewan kurban yang disembelih benar-benar memenuhi ketentuan, bersih, dan menyehatkan,” ujar Abdur Rohman Husen.

Kompetensi untuk Profesionalisme

Ketua JULEHA Muba, Imam Taufiq, menjelaskan bahwa pelatihan ini melibatkan berbagai unsur. Mulai dari pengurus masjid, panitia kurban, hingga masyarakat umum dari berbagai kecamatan, seperti Sekayu, Jirak Jaya, dan Sungai Lilin.

BACA JUGA :  Benahi Iklim Investasi, Pemkab Muba Bentuk Tim Khusus Audit HGU dan Amdal Masif

Materi yang disampaikan mencakup Fiqih Sembelih, standar kesehatan hewan, hingga praktik lapangan.

Program ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Jaminan Produk Halal, untuk memastikan manajemen kurban di masjid-masjid di seluruh wilayah Kabupaten Muba berjalan profesional.

Selain teori, peserta mendapatkan pembekalan praktis mengenai teknik penyembelihan yang efektif dan manusiawi.

Sebagai informasi, bagi masyarakat Muba, profesionalisme juru sembelih sangat penting untuk meminimalisir risiko kontaminasi pada daging kurban dan memastikan proses penyembelihan tidak menyiksa hewan.

Dengan adanya sertifikasi yang diakui bagi para peserta pelatihan ini, diharapkan kualitas pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Muba pada Idul Adha 1447 H akan jauh lebih terstandarisasi. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *