WARTANEGERIKU.ID — Pelajar Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional, dengan memborong total 12 medali pada ajang International Earth Science Olympiad (IESO) ke-19. Kompetisi ilmu kebumian bergengsi tingkat dunia ini diselenggarakan di Turin, Italia, pada 20 hingga 27 Agustus 2026.
Capaian tersebut terdiri atas satu medali emas, empat medali perak, tujuh medali perunggu, serta tiga penghargaan khusus Young Reporters Initiative (YoRI). Keberhasilan ini merupakan buah dari proses pembinaan dan seleksi berjenjang yang dikoordinasikan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Peta Persaingan dan Tantangan di IESO 2026
Ajang IESO tahun ini diikuti oleh 160 peserta dari 41 negara di dunia, mengalami peningkatan partisipasi dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Jining, Tiongkok, yang diikuti sekitar 31 hingga 32 negara.
Para peserta diuji melalui serangkaian kategori ketat, mulai dari Individual Test, International Team Field Investigation (ITFI), Earth System Project (ESP), hingga Young Reporters Initiative (YoRI).
Kompleksitas ujian di Turin kian bertambah dengan digunakannya laboratorium alam ekstrem seperti di kawasan Pegunungan Alpen, kawasan Sesia-Val Grande Geopark di Piedmont, serta area tambang emas kuno La Bessa untuk sesi investigasi lapangan.
Ujian teoretis dan praktis di Universitas Turin juga menuntut integrasi mendalam antara astronomi, meteorologi, oseanografi, dan ilmu lingkungan.
“Semua berjalan dengan lancar dan kami semua bisa menyelesaikan kompetisi IESO selama delapan hari di Italia. Kami berterima kasih kepada Kemendikdasmen dan Puspresnas, karena mulai dari Olimpiade Sains Nasional ke tahap pembinaan yang dilakukan, sangat bermanfaat bagi kami,” jelas Marvell Collin Celeste, yang juga merupakan peraih medali emas OSN kebumian 2025.
Rincian Perolehan Medali Kontingen Indonesia
Empat wakil Indonesia yang diberangkatkan menunjukkan performa konsisten di berbagai kategori pengujian:
-
Marvell Collin Celeste (SMAS Kristen Immanuel Pontianak, Kalimantan Barat): Medali perunggu Individual Test, medali emas ITFI, medali perunggu ESP, dan Juara Ketiga (Third Prize) YoRI.
-
Louis Victor Iswaranimpunga Paris (SMAK Katolik St. Albertus Malang, Jawa Timur): Medali perak Individual Test, medali perunggu ITFI, medali perak ESP, dan Juara Pertama (First Prize) YoRI.
-
Salma Rofidatul Hasanah (MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur): Medali perunggu Individual Test dan ITFI, medali perak ESP, serta Juara Kedua (Second Prize) YoRI.
-
Muhammad Ihsan (MAN Insan Cendekia Serpong, Banten): Medali perunggu Individual Test dan ESP, serta medali perak ITFI.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Pihaknya menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal pembinaan talenta muda secara berkelanjutan dari tingkat nasional hingga panggung global demi memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia di bidang sains.
“Para murid pemenang ajang talenta nasional terus kami bina secara berkelanjutan hingga ke ajang internasional. Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada adik-adik dan pembina,” ujar Maria Veronica Irene Herdjiono. (air)

Airu Sikumbang adalah jurnalis WartaNegeriku.id yang fokus pada liputan di bidang politik dan pemerintahan. Selain itu, juga merupakan Wakil Ketua DPD Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Provinsi Sumatra Selatan.








