Pemkot Palembang Raih Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara Berkat 107 Koperasi Kelurahan Merah Putih

WARTANEGERIKU.IDPemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memperkuat sektor koperasi sebagai instrumen utama ekonomi kerakyatan. Upaya sistematis ini membuahkan apresiasi pemerintah pusat, melalui penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara, pada ajang Koperasi Awards 2026, Kamis malam, tanggal 20 Agustus 2026 di Jakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono, kepada Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Menteri Koperasi menilai Pemkot Palembang konsisten dalam menerjemahkan cita-cita Bung Hatta dalam membumikan koperasi, agar langsung memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

107 Koperasi Menggerakkan Ekonomi Kelurahan

Langkah strategis yang dilakukan Pemkot Palembang tercermin dari pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Saat ini, tercatat sebanyak 107 koperasi telah terbentuk dan berbadan hukum, mencakup seluruh kelurahan di 18 kecamatan di Kota Palembang.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Palembang, Sulhijawati, menjelaskan bahwa keberadaan KDKMP dirancang untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di tingkat akar rumput.

“Cakupan wilayahnya sudah menyeluruh di setiap kelurahan. Saat ini fokus kami adalah pendampingan agar seluruh koperasi tersebut aktif secara operasional dan memiliki diversifikasi usaha yang produktif,” jelas Sulhijawati.

Data Dinas Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa 107 koperasi tersebut telah merambah berbagai jenis sektor usaha, di antaranya:

  • Penyediaan sembako;

  • Distribusi gas LPG;

  • Layanan apotek rakyat;

  • Sektor pertanian (pembenihan);

  • Budidaya perikanan dan jamur.

BACA JUGA :  56 SPPG di Palembang Belum Bersertifikat, Ratu Dewa Gerak Cepat

Komitmen Berkelanjutan

Pemkot Palembang menempuh sejumlah kebijakan untuk memastikan ekosistem koperasi tetap hidup. Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menekankan bahwa peran ASN sangat krusial sebagai penggerak awal KDKMP di wilayah kerjanya masing-masing.

Selain dukungan partisipasi ASN, Pemkot Palembang juga memberikan dukungan berupa penyediaan lahan untuk operasional bisnis, serta pengalokasian anggaran khusus untuk pelatihan peningkatan kapasitas pengurus. Langkah ini bertujuan agar manajemen koperasi lebih profesional, akuntabel, dan mampu bersaing di pasar modern.

“Penghargaan ini adalah pemacu bagi kami. Ke depan, fokus utama kami adalah menjadikan koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, melainkan unit bisnis yang tangguh dan mampu menyediakan lapangan kerja serta akses permodalan bagi warga Palembang,” ujar Ratu Dewa.

Kehadiran 107 KDKMP ini diharapkan menjadi fondasi ekonomi lokal yang tahan banting, sekaligus mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian dengan harga yang lebih kompetitif. (air)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *