WARTANEGERIKU.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengalokasikan sekitar Rp65 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir pada Tahun Anggaran 2026. Dana tersebut difokuskan untuk perbaikan jalan dan pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat serta distribusi ekonomi di wilayah penyangga Kota Palembang.
Kabar tersebut dikonfirmasi Anggota DPRD Sumsel Dapil Sumsel III, Handry Pratama Putra, Minggu (21/6/2026). Politisi yang akrab disapa Tama itu menyebut alokasi tersebut menjadi angin segar di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung secara nasional.
Menurut Tama, posisi Ogan Ilir sangat strategis karena menjadi salah satu kawasan penyangga utama Palembang. Tingginya aktivitas masyarakat dan arus logistik membuat kualitas jalan serta jembatan harus terus dijaga agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Lima Paket Anggaran Infrastruktur Ogan Ilir 2026
Berdasarkan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2026, anggaran sekitar Rp65 miliar tersebut dibagi ke dalam lima paket pekerjaan utama.
Pemeliharaan Berkala Jalan Sp. Tambang Rambang–Batas Kabupaten OKU mendapat alokasi Rp3 miliar. Sementara Pemeliharaan Berkala Jalan Tanjung Raja–Sp. Tambang Rambang memperoleh Rp19,57 miliar.
Kemudian Pemeliharaan Berkala Jalan Sp. OPI Babatan Saudagar–Srijabo dianggarkan Rp7,2 miliar. Selanjutnya Peningkatan Jalan Simpang Meranjat–Batas Kabupaten Muara Enim sebesar Rp14,5 miliar dan Pembangunan Jembatan Air Arisan Mendang senilai Rp21 miliar.
“Di era efisiensi anggaran saat ini, alhamdulillah Pemerintah Provinsi Sumsel masih memberikan perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ogan Ilir. Perbaikan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena menyangkut mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Tama.
Truk ODOL dan Tambang Pasir Ilegal Jadi Ancaman
Di balik besarnya investasi tersebut, Tama mengingatkan adanya ancaman yang dapat mempercepat kerusakan jalan. Salah satunya adalah kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas jalan.
Menurutnya, armada angkutan barang bertonase berlebih menjadi salah satu penyebab utama rusaknya konstruksi jalan sebelum usia teknisnya berakhir. Kondisi ini berpotensi membuat biaya perawatan semakin besar di masa mendatang.
Selain itu, aktivitas truk pengangkut pasir yang diduga berasal dari tambang galian C ilegal di sejumlah titik wilayah Ogan Ilir juga disebut turut memperbesar risiko kerusakan infrastruktur.
Warga Diminta Ikut Mengawasi
Tama mengajak masyarakat untuk ikut menjaga aset publik yang dibangun menggunakan anggaran negara. Pengawasan dari warga dinilai penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bagi warga yang menemukan kendaraan angkutan ilegal atau truk yang melintas dengan muatan berlebihan, diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Langkah tersebut dianggap penting agar investasi infrastruktur bernilai puluhan miliar rupiah tidak berakhir sia-sia.
Bagi masyarakat Ogan Ilir yang setiap hari melintas menuju Palembang maupun daerah lain di Sumsel, kualitas jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan perjalanan. Infrastruktur yang terawat juga berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, biaya transportasi, dan keselamatan pengguna jalan. (*)
Baca juga :
Tembus Final, Laskar Menyala Palembang Soccer Skills Unjuk Gigi di Lampung









