Sinergi Pemkab Muba dan Perusahaan Perbaiki Jalan Macang Sakti

WARTANEGERIKU.ID – Semangat gotong royong kembali terlihat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Pemerintah Kecamatan Sanga Desa bersama Pemerintah Desa Macang Sakti, pihak perusahaan PT SAP, pengelola sawmill, dan warga setempat, bahu-membahu melakukan perbaikan jalan di Desa Macang Sakti, pada hari Minggu, tanggal 24 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari instruksi Bupati Muba, Toha Tohet, yang menekankan tentang pentingnya respons cepat dalam menangani infrastruktur vital. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas masyarakat, yang menjadi urat nadi perekonomian desa, tidak terhambat oleh kondisi jalan yang rusak.

Camat Sanga Desa, Rusdiwan, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci, agar penanganan infrastruktur dapat segera dilakukan. Menurutnya, kerusakan jalan di wilayah pedesaan memerlukan penanganan segera agar warga tidak mengalami kesulitan dalam beraktivitas.

“Ini adalah bentuk kepedulian bersama. Pemerintah kecamatan, desa, sektor swasta, dan masyarakat turun langsung untuk menangani akses jalan yang krusial bagi warga,” ujar Rusdiwan.

Ia menegaskan bahwa upaya saat ini difokuskan pada penanganan darurat, agar akses jalan tetap fungsional sambil menunggu rencana perbaikan yang lebih permanen.

BACA JUGA :  HUT TNI Ke-80 Jadi Momentum, Muba Adventure Offroad 2025 Resmi Bergulir

Urgensi Konektivitas Desa

Bupati Muba, Toha Tohet, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh elemen di Sanga Desa. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah modal utama dalam mempercepat pembangunan daerah yang efektif.

Pemkab Muba terus memprioritaskan infrastruktur dasar, terutama jalan yang menjadi akses utama masyarakat. Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong ini, yang membuktikan bahwa persoalan di lapangan dapat diatasi lebih cepat dengan kolaborasi,” tegas Toha Tohet.

Sebagai informasi, konektivitas yang memadai di wilayah pedesaan merupakan faktor penentu pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan terjaganya akses jalan, distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga menuju pusat layanan publik di kecamatan maupun kabupaten dapat berjalan lebih efisien, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat desa. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *