Tolak Tawaran Klub Lain, Marcos Santos Pilih Setia Demi Jiwa Singo Edan

Selamat Hari Raya Idul Adha Tahun 1.447 Hijriah

WARTANEGERIKU.ID — Musim panjang dan penuh gejolak akhirnya berhasil dilalui Arema FC dalam mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026. Skuad berjuluk Singo Edan itu, resmi menuntaskan musim di posisi ke-9 klasemen akhir dengan perolehan 48 poin.

Di tengah badai cedera, performa yang naik turun, hingga kehilangan sejumlah sosok penting, Arema FC tetap mampu menutup kompetisi di papan tengah dengan semangat yang perlahan kembali tumbuh.

Di balik dinamika perjalanan itu, sosok pelatih kepala asal Brasil, Marcos Santos, menjadi figur yang paling banyak mendapat sorotan. Bukan hanya karena ramuan taktiknya di lapangan, tetapi juga berkat loyalitas serta keteguhannya bertahan di tengah situasi sulit.

BACA JUGA :  Imbang Lawan Persijap, Persib Bandung Kunci Gelar Juara Unggul Head to Head atas Borneo FC Samarinda

“Untuk saya, sebuah kebanggaan musim ini bisa dimulai dan diselesaikan bersama Arema FC,” ucap Marcos Santos.

Marcos Santos mengaku memetik banyak pelajaran berharga selama berkarier di sepak bola tanah air. Menurutnya, pengalaman menukangi Arema FC bukan sekadar soal urusan teknis di lapangan hijau, melainkan juga tentang nilai-nilai kehidupan.

“Kita yang datang dari luar negeri banyak belajar dari kalian di Indonesia; tentang kerendahan hati dan kesederhanaan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Imbang Lawan Persijap, Persib Bandung Kunci Gelar Juara Unggul Head to Head atas Borneo FC Samarinda

Tolak Peluang Hijrah demi Kembalikan Karakter Tim

Di balik perjuangan tim melewati ketatnya kompetisi, juru taktik berusia 47 tahun ini membeberkan fakta bahwa dirinya sempat memiliki peluang besar untuk meninggalkan Malang di pertengahan musim.

Namun, ia memilih menolak tawaran tersebut demi menuntaskan tanggung jawab bersama para pemain hingga laga pemungkas. “Ini kerja keras, kerja yang sulit untuk mengembalikan jiwa Arema. Berat sekali, tetapi para pemain menunjukkan kerja keras yang luar biasa,” kata Marcos Santos.

Kini, setelah kompetisi resmi berakhir, Marcos Santos memilih bertolak kembali ke Brasil untuk berlibur, sembari menunggu keputusan resmi dari pihak manajemen terkait kepastian masa depannya di Arema FC.

BACA JUGA :  Imbang Lawan Persijap, Persib Bandung Kunci Gelar Juara Unggul Head to Head atas Borneo FC Samarinda

Ia pun tidak menutupi harapannya untuk dapat melanjutkan proyek kepelatihannya bersama Singo Edan musim depan. Baginya, Arema FC memiliki ikatan emosional mendalam yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan klub-klub lain.

“Amin, semoga saja begitu (bertahan). Saya ingin berterima kasih kepada Bos Iwan, seluruh manajemen, Inal, Oye, dan Claudio yang telah bekerja luar biasa musim ini. Arema bukan sekadar tim biasa, Arema adalah keluarga yang melibatkan seluruh elemen Kota Malang. Di Brasil, Arema itu identik seperti Corinthians atau Palmeiras yang tradisinya harus selalu bertarung di papan atas,” pungkas Marcos Santos. (arg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *