Bunda PAUD Muba Kukuhkan 15 Bunda PAUD Kecamatan, Dorong Akses Pendidikan Prasekolah bagi Seluruh Anak

WARTANEGERIKU.ID, SEKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan anak usia dini (PAUD). Salah satu langkah yang ditempuh adalah memastikan seluruh anak usia dini di Kabupaten Muba memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Komitmen tersebut ditegaskan Bunda PAUD Kabupaten Musi Banyuasin, Hj Fatimah Toha, saat mengukuhkan 15 Bunda PAUD Kecamatan periode 2026–2029 di Auditorium Pemerintah Kabupaten Muba, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Fatimah menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Pastikan tidak ada satu pun anak usia dini di Musi Banyuasin yang kehilangan kesempatan mengikuti satu tahun pendidikan prasekolah. Ini merupakan hak dasar anak sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Dukung Wajib Belajar 13 Tahun

Menurut Fatimah, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini.

Karena itu, pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Gerakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki pendidikan dasar.

Ia meminta seluruh Bunda PAUD Kecamatan segera membentuk kelompok kerja serta mempercepat pengukuhan Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan agar layanan pendidikan anak usia dini dapat menjangkau seluruh wilayah Musi Banyuasin.

PAUD Holistik Integratif Jadi Prioritas

Selain memperluas akses pendidikan, Fatimah juga menekankan pentingnya penerapan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI). Konsep ini mengintegrasikan layanan pendidikan dengan aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.

BACA JUGA :  Pemkab Muba Tegaskan Komitmen Perlindungan Buruh di Peringatan May Day Tahun 2026

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus membantu percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Musi Banyuasin.

“PAUD bukan sekadar tempat belajar, tetapi menjadi ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara menyeluruh. Karakter, kesehatan, kecerdasan, hingga masa depan anak mulai dibangun sejak usia dini,” katanya.

Fatimah juga mengajak pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD. Ia mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya, termasuk dukungan dana desa, guna meningkatkan kualitas sarana dan layanan pendidikan anak usia dini.

Perkuat Peran Bunda PAUD di Setiap Kecamatan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, Sutrisno SE MSi, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba, menjelaskan bahwa pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan bertujuan memperkuat legalitas sekaligus peran pengurus dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Menurutnya, sebanyak 15 Bunda PAUD Kecamatan yang telah dikukuhkan diharapkan menjadi penggerak utama dalam memperluas akses layanan PAUD, mengawal implementasi wajib belajar 13 tahun, memperkuat layanan PAUD Holistik Integratif, serta mendukung program percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Pemkab Muba berharap kualitas layanan pendidikan anak usia dini terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *