Empat Tim SMPN 2 Semendawai Timur Lolos Review OPSI 2026, Angkat Isu Lingkungan hingga Bullying

WartaNegeriku.id — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Empat tim peneliti muda dari SMP Negeri 2 Semendawai Timur, berhasil lolos tahap review penelitian dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.

Keberhasilan ini menjadi catatan positif bagi sekolah tersebut, karena seluruh karya yang diajukan mengangkat persoalan nyata di tengah masyarakat. Mulai dari ketahanan pangan, pengelolaan limbah, literasi gizi, hingga etika pergaulan remaja menjadi fokus penelitian para siswa.

Di bawah bimbingan Gede Muditha, para peserta merancang berbagai inovasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini. Dua tim dari bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), berhasil menarik perhatian juri melalui ide yang berkaitan dengan lingkungan dan pangan.

Komang Sri Anggun bersama Wayan Bianca Angelina memperkenalkan JERKONG-FOAM, sebuah kemasan ramah lingkungan untuk buah dan sayur segar. Produk tersebut dibuat dari campuran limbah jerami padi dan kulit singkong.

baca juga : Pelantikan PMII OKU Timur 2025–2026: Fatma Indria Siap Perkuat Kaderisasi dan Gerakan Intelektual

Tidak hanya berfungsi sebagai wadah, JERKONG-FOAM juga dirancang agar dapat ditanam kembali setelah digunakan. Konsep ini dinilai mampu menjadi alternatif pengurangan sampah kemasan berbahan plastik.

Sementara itu, Lexytha Praja Meura dan Wayan Citra, menyoroti persoalan ketahanan pangan melalui penelitian tentang edible coating berbahan ekstrak biji kelor.

Mereka menguji efektivitas ekstrak biji kelor atau Moringa oleifera untuk memperpanjang daya simpan tahu, dan mencegah pertumbuhan mikroba. Penelitian ini dinilai penting, karena tahu merupakan salah satu sumber protein yang banyak dikonsumsi masyarakat, dan menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis.

Pada bidang Ilmu Pengetahuan Sosial, Kemanusiaan, dan Seni (IPS), Made Lestari bersama M Fais Nuzula Dewangga mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan remaja di sekolah.

baca juga : Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Jumat Agung Tahun 2026

Melalui penelitian berjudul “Canda atau Cela?”, keduanya menciptakan permainan edukatif bernama Batas Candaan Nusantara. Permainan ini dirancang untuk membantu siswa memahami batas antara candaan dan perilaku yang dapat mengarah pada bullying verbal.

Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang lebih mudah dipahami siswa, sekaligus membantu membangun budaya komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah.

Di bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), Quinsha Cinta Yudika dan Putu Varen Nitia menghadirkan karya bertajuk NUTRI-DESK.

Karya ini berupa modifikasi meja belajar siswa yang dilengkapi fitur literasi gizi interaktif. Melalui meja tersebut, siswa dapat memperkirakan kandungan gizi dari makanan yang mereka konsumsi setiap hari.

baca juga : Persiapan Haji Tahun 2026 Mulai Disorot, Ini yang Dikhawatirkan

Konsep NUTRI-DESK dinilai menarik, karena menggabungkan fungsi sarana belajar dengan edukasi kesehatan. Dengan cara itu, siswa diharapkan lebih sadar terhadap pentingnya pola makan sehat sejak usia dini.

Lolosnya empat tim SMP Negeri 2 Semendawai Timur pada tahap review OPSI 2026, menunjukkan bahwa pelajar di daerah memiliki kemampuan bersaing melalui riset dan inovasi. Karya-karya tersebut tidak hanya kreatif, tetapi juga menawarkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. (ohs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WARTA LAINNYA :