Pemkab Muba Perbaiki 14 Km Jalan Desa di Jirak Jaya

WARTANEGERIKU.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) di bawah kepemimpinan Toha Tohet sebagai Bupati, berhasil menuntaskan perbaikan akses jalan vital di Kecamatan Jirak Jaya.

Proyek perbaikan yang berlangsung selama 15 hari, sejak 1 hingga 16 Mei 2026, ini menjadi solusi atas keluhan warga terkait kondisi jalan yang sebelumnya kerap berlumpur dan sulit dilalui.

Perbaikan dilakukan secara kolaboratif dengan menyasar tiga titik utama sepanjang total 14 kilometer. Ruas yang diperbaiki meliputi jalan dalam Desa Rukun Rahayu (6 km), ruas Rukun Rahayu–Sungai Menang atau Dusun 3 Mekar Jaya (7 km), serta jalan dalam Desa Talang Simpang (1 km).

Strategi Perbaikan Berkelanjutan

Camat Jirak Jaya, Andi Suharto, menjelaskan bahwa penanganan tidak hanya sebatas penimbunan, tetapi juga menyentuh aspek drainase. Hal ini krusial mengingat genangan air merupakan penyebab utama kerusakan jalan di wilayah tersebut.

“Kami tidak hanya menimbun dengan tanah merah, tetapi juga memperbaiki aliran air dengan penggalian saluran dan pembuatan parit. Di Desa Talang Simpang, kami juga memasang pipa besi untuk gorong-gorong agar struktur jalan lebih tahan lama terhadap luapan air,” ungkap Andi Suharto.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR Muba mengerahkan alat berat lengkap, mulai dari grader, vibro, hingga ekskavator. Proyek ini juga dipercepat berkat sinergi dengan dunia usaha, di antaranya bantuan material batu pecah dari PT GWN dan pipa besi gorong-gorong dari PT Pertamina.

BACA JUGA :  BKKBN Sumsel Apresiasi Program Sekolah Lansia dan Pencegahan Stunting di Muba

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Infrastruktur jalan yang memadai merupakan urat nadi perekonomian desa. Dengan kembalinya aksesibilitas di Kecamatan Jirak Jaya, mobilitas warga untuk mengangkut hasil pertanian dan akses pendidikan dipastikan akan lebih efisien.

Bupati Kabupaten Muba, Toha Tohet, memberikan apresiasi atas kolaborasi yang tercipta. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan adalah kunci efektivitas pembangunan daerah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika perusahaan dan masyarakat memiliki kepedulian yang sama, persoalan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan warga dapat ditangani dengan jauh lebih cepat,” tegasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Muba untuk memastikan seluruh pelosok desa memiliki akses jalan yang layak. (fran)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *